Kamis, 22 Oktober 2015

PENJAJAHAN BARAT ATAS DUNIA ISLAM

Diposting oleh Unknown di 01.22


"PENJAJAHAN BARAT ATAS DUNIA ISLAM"

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
     Pada awalnya dunia Timur dan Barat saling pengaruh mempengaruhi. Kaum muslimin dari Timurpun telah memberikan sumbangan yang besar dengan mengembangkan dan memelihara filsafat Yunani yang telah diharamkan oleh Gereja Barat. Ilmu-ilmu eksakta yang tak pernah dikenal atau dikembangkan sebelumnya telah disumbangkan pula oleh kaum muslimin. Terjadilah hubungan timbal balik antara Timur dan Barat di Laut Tengah.
     Namun hubungan yang makin lama makin baik itu tiba-tiba diputuskan oleh Paus Urbanus II yang membangkitkan fanatisme agama terhadap Islam. Pidato yang diucapkan pada tanggal 26 November 1095 di Cler Mont (Perancis Selatan), orang Kristen mendapat suntikan untuk mengunjungi “Kuburan suci dan merebutnya dari orang-orang Islam”. Suatu serangan yang kemudian dikenal dengan sebutan Perang Salib, yang mempunyai tujuan untuk merebut kota suci Palestina, “Tempat Tuhan Berpijak”.
     Dari sinilah awal mula penjajahan Barat terhadap dunia Islam, disaat dunia Islam mengalami kemerosotan internal yang hebat akibat pertarungan-pertarungan antara kaum Syi’ah, kaum Sunni dan kaum Khawarij, antara madzhab Safii, Hanafi dan Hambali, antara ras-ras Persia, Arab dan Turki, memberikan peluang kepada dunia Barat untuk menghancurkan kaum muslimin dan menguasai negeri mereka.
     Pengaruh Barat adalah gerakan dahsyat dalam transformasi modern dunia Timur. Pengaruh Barat bukan saja mengubah dunia Islam tetapi juga seluruh Asia dan Afrika . Pengaruh Barat ini berkembang sedemikian pesat, apalagi setelah negara Barat mencapai kemajuan besar di bidang tehnologi peralatan perang. Barat telah memperbaiki diri melalui renaissance dan reformasi.



B.   Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka muncul permasalahan :
1. Apakah latar belakang penjajahan Barat terhadap dunia Islam?
2. Bagaimanakah bentuk-bentuk penjajahan Barat terhadap dunia Islam di India dan Asia Tenggara termasuk di Indonesia?
3. Bagaimanakah implikasi penjajahan Barat terhadap perkembangan peradaban Islam?




BAB II
PEMBAHASAN

A.      Latar belakang penjajahan  barat terhadap dunia islam
     Perang Salib adalah peperangan yang dilakukan oleh umat Kristen Eropa barat ke tanah Timur, sejak dari abad 11 – 13 M. Untuk melepaskan Palestina dari tangan daulah Islam dan mendirikan daulah Kristen Latin di tanah Timur. Dinamakan Perang Salib karena umat Kristen yang turut dalam peperangan itu memakai tanda salib sebagai simbol.
     Perang Salib I dimenangkan oleh orang Kristen, karena pada waktu itu kaum muslimin tidak dalam keadaan bersatu, perpecahan terjadi di seluruh wilayah, juga karena para pemimpin Islam saling bermusuhan, dalam kondisi yang tidak seimbang inilah kaum muslimin mengalami kekalahan.
     Perang Salib menjadi awal mula penjajahan Barat terhadap dunia Islam. Sejak itu lahirlah imperialisme dengan bentuk penindasan, penghisapan, perbudakan yang merupakan lembaran hitam umat manusia yang hina, keji dan jahat. Bangsa Barat mempunyai semboyan yang terkenal dengan M3 (Mercenary, Missionary, Military), yaitu keuntungan, penyiaran agama dan perluasan daerah militer.
     Perang Salib membawa keuntungan bagi negara-negara Barat, hal itu dapat dilihat saat Paus membagi dunia menjadi 2 bagian pada tahun 1493, yang satu dihadiahkan untuk Spanyol dan yang lain untuk Portugis. Daerah Demarkasi inilah yang memberikan daerah mulai dari Brazil ke timur, termasuk Indonesia menjadi milik Portugis. Selain itu juga diberikan istimewa kepada Portugis dan Spanyol terhadap laut, pulau dan benua yang telah ditemukan untuk tetap menjadi milik mereka dan anak cucunya. Paus Alexander VI juga menunjuk ditemukannya emas, rempah-rempah dan banyak barang berharga yang berjenis-jenis dan bermutu (inter caetero diciae).
     Selain itu penetris Perancis telah berkembang dengan cepat pedagang-pedagang Perancis mempergunakan kesempatan untuk melaksanakan keinginannya mendirikan pos-pos perdagangan dan misi-misi perwakilan di Syria dan Mesir. Kapitulasi-kapitulasi lain yang mengikutinya kemudian diberikan kepada Inggris dan Belanda serta negara-negara barat lainnya. Pada abad ke delapan belas perdagangan Eropa tumbuh dengan cepatnya dan sejumlah koloni dagang sendiri di kota-kota pelabuhan di Syria dan Mesir.
Tujuan Misionaris Kristen penjajahan Barat terhadap dunia Islam jelas sekali terlihat dengan ucapan Livingstone, bahwa tujuan dan akhir dari penaklukan geografis adalah permulaan usaha missi Kristen (the end of the geographical feet is the beginning of the missionary entreprise).
     Raymundus Lullus, seorang pastor, yaitu seorang pendeta Kristen yang sangat membenci Islam, selalu bersemboyan dimanapun berada, bahwa Islam is false and must die (Islam adalah palsu dan harus mati). Oleh karena itu dimana Islam haruslah direbut melalui dominasi politik dan dipertahankan untuk kemudian diserbu missi, memisahkan kaum muslimin dari agamanya dan kemudian diganti dengan Kristen.
     Antara gereja dengan imperialisme terdapat manfaat dan saling terpisahkan, keduanya saling memperoleh manfaat dan saling membantu. Malah pada abad ke 19 dan permulaan abad ke 20 rencana salib modern ini dilakukan dengan teliti melalui kerjasama yang erat antara keduanya.
     Tujuan penjajahan barat terhadap dunia Islam selanjutnya adalah military atau perluasan daerah militer. Penetrasi barat ke pusat dunia Islam di Timur Tengah pertama-tama dilakukan oleh dua bangsa Eropa yang terkenal yaitu Inggris dan Perancis. Inggris terlebih dahulu menanamkan pengaruhnya di India, sedangkan Mesir dapat ditaklukkan Perancis tahun 1789 M.
     Semua negara Kristen bersatu tekad hendak menghancurkan kerajaan-kerajaan Islam. Semangat sabilisme memang tetap tersimpan dalam dada kaum Nasrani bagaikan api dalam sekam dan semangat fanatisme tidak pernah lepas, ia tetap hidup dan bergejolak di dalam hati hingga sekarang. Agama Nasrani selamanya melihat Islam dengan kacamata permusuhan, kedengkian dan fanatisme keagamaan yang penuh kebencian.
Apalagi ketika kemudian terjadi Perang Dunia I (1915) Turki Usmani berada dipihak yang kalah. Sampai akhirnya tahun 1919 M, Turki diserbu tentara sekutu. Sejak itu kebesaran Turki Usmani benar-benar tenggelam, bahkan tidak lama kemudian kekhalifahan dihapuskan (1924 M). Semua daerah kekuasaannya yang luas, baik Asia maupun Afrika diambil alih oleh negara-negara Eropa yang menang perang.
     Terlepas dari hal tersebut, motivasi Barat menjajah Dunia Islam adalah motivasi ekonomi, politik, hingga agama. Dalam Motivasi ekonomi dapat terlihat dari ekspansi Barat ke Asia Tenggara, negeri tempat Islam baru mulai berkembang, merupakan wilayah yang subur dan memiliki potensi sumber daya alam seperti rempah-rempah dan menjanjikan dalam penanaman modal.
     Di samping rempah-rempah mereka juga membutuhkan negeri-negeri tempat mereka dapat memasarkan hasil industrinya. Mereka melakukan monopoli perdagangan dengan merebut bandar-bandar pelabuhan besar yang sebelumnya menjadi daerah perdagangan umat Islam dari Arab, Persia, India, dan Cina. Mereka menguras kekayaan pribumi dengan cara paksa, disertai kekerasan senjata demi merebut bandar perdagangan tersebut.

B.       Penjajahan  barat  terhadap  dunia  Islam  di  anak  benua  India  dan  Asia  Tenggara
     Di awal abad ke- 17 M, Inggris dan Belanda mulai menginjakan kaki di India. Pada tahun 1611 M, Inggris mendapat izin menanamkn modal, dan pada tahun 1617 M Belanda mendapatkan izin yang sama. Penguasa-penguasa setempat mencoba mempertahankan dan berperang melawan Inggris tahun 1761 M. Namun, mereka tidak  berhasil mengalahkan Inggris. Pada tahun 1803 M, Delhi, ibukota kerajaan Mughal,  juga berada di bawah bayang-bayang kekuasaan Inggris, karena bantuan yang diberikan Inggris kepada raja ketika mengalahkan aliansi Sikh-Hindu berusaha menguasai kerajaan. Pada tahun 1842 M, keamiran Sind di India dikuasainya. Tahun 1857 M kerajaan mughal bahkan dikuasai penuh dan setahun kemudian rajanya yang terakhir dipaksa meninggalkan istana. Pada tahun 1879 M, Inggris berusaha menguasai Afganistan. Sejak itu India dikuasai penuh oleh Inggris. Akhirnya, pada tahun 1899 M kesultanan Muslim Baluchistan jatuh di bawah kekuasaan India-Inggris. Kerajaan Islam Malaka yang berdiri pada awal abad ke-15 M di Semenanjung Malaya yang strategis dan merupakan kerajaan Islam kedua di Asia Tenggara setelah Samudra Pasai, ditaklukan Portugis pada tahun 1511 M. Pada tahun 1521 M, Spanyol datang ke Maluku dengan tujuan dagang. Spanyol berhasil menguasai Filifina, temasuk di dalamnya beberapa kerajaan Islam, seperti Kesultanan Maguidanao, Kesultanan Buayan, dan Kesultanan Sulu. Akhir abad ke-16 M, giliran Belanda, Inggris, Denmark, dan Prancis yang datang ke Asia Tenggara. Belanda datang tahun 1595 M dan dengan segera dapat memonopoli perdagangan di kepulauan Nusantara. Setalah Inggris datang ke Asia Tenggara, ia segera menjadi kekuatan yang cukup dominan, menyaingi kekuatan Belanda. Asia Tenggara, negeri tempat Islam baru mulai berkembang, merupakan daerah rempah-rempah terkenal pada masa itu dan menjadi ajang perebutan negara-negara Eropa. Kekuatan Eropa malah lebih awal menancapkan kekuasaannya di negeri ini. Hal ini dimungkinkan karena dibandingkan dengan Mughal, kerajaan-kerajaan Islam di Asia Tenggara lebih lemah sehingga dengan mudah dapat ditaklukkan
     Seperti kedatangan Portugis, Belanda, Inggris, dan Spanyol dari abad ke 15 sampai 19 M di kawasan perdagangan internasional Malaka, Gujarat, dan lainnya. Kekuasaan politik negara-negara Eropa berlanjut terus sampai pertengahan abad ke-20. Motivasi politik yang mereka galakkan ialah melakukan politik pecah belah, yaitu penjajah dengan sengaja menciptakan jurang pemisah antara kaum bangsawan dan rakyat kecil. Kaum bangsawan dibujuk untuk menuruti kehendak penjajah dengan jaminan jabatan dan keuntungan tertentu, sedang rakyat kecil diawasi agar tidak memberontak. Hal tersebut bertujuan untuk menghancurkan persatuan dan kesatuan rakyat agar tidak ada kekuatan yang nantinya dikhawatirkan akan mengancam keberadaan kaum penjajah.
     Setelah bangsa Barat menguasai ekonomi dan politik negara-negara Islam, terdapat pula negara Barat yang menjajah dunia Islam dengan melakukan penyebaran agama Kristen melalui missionaris atau zending. Di antara bangsa Barat yang memiliki ketiga motivasi ini adalah Spanyol dan Portugis. Hal ini tercermin pada semboyan mereka dalam menjajah, yaitu Gold (semangat untuk mencari keuntungan), Glory (Semangat untuk mencapai kejayaan dalam bidang kekuasaan, dan Gospel (semangat untuk menyebarkan agama Kristen di masyarakat yang terjajah.
     Imperealisme Barat telah memberikan dampak yang begitu besar terhadap Peradaban umat Islam. Peradaban Islam berusaha diganti dengan peradaban Barat. Penyebaran budaya yang merusak semakin nampak, misalnya budaya minuman keras, berjudi, pergaulan bebas, dan sebagainya melanda kau terjajah. Dengan cara inilah penjajah merusak peradaban dan generasi Islam.
     Imperealisme Barat telah berdampak kepada hampir seluruh negara-negara Muslim. Negara-negara Islam yang pertama kali dikuasai oleh Barat adalah negara-negara Islam di Asia Tenggara dan di Anak Benua India. Sedangkan negara-negara Islam di Timur Tengah, yang masih berada di bawah kekuasaan  kerajaan Usmani, baru berhasil ditaklukkan pada masa berikutnya.
     Ekspansi Barat ke Timur Tengah di mulai ketika Kerajaan Usmani mengalami kemunduran sementara Barat mengalami kemajuan di segala bidang, seperti perdagangan, ekonomi, industri perang dan teknologi militer. Meskipun demikian, nama besar Turki Usmani masih disegani oleh Eropa Barat sehingga mereka tidak melakukan penyerangan ke wilayah-wilayah kekuasaan kerajaan Islam. Namun, kekalahan besar Kerajaan Usmani dalam menghadapi serangan Eropa di Wina tahun 1683 M menyadarkan Barat bahwa Kerajaan Usmani telah melakukan perubahan-perubahan
Mereka belajar dari kekalahan di Wina tersebut. Di antara pembaharuan yang dilakukan ialah :
a) Pengiriman duta-duta ke Eropa, untuk melihat dan meneliti dari dekat kemajuan     Eropa.
b) Selanjutnya, berdirilah sekolah teknik militer pada tahun 1734, dengan mendatangkan        para ahli militer Eropa sebagai pengajarnya.
c)  Adapun pembaharuan lainnya adalah penerjemahan buku-buku Eropa ke dalam      bahasa Turki, serta pembukaan percetakan, semua dilakukan untuk kepentingan     kemajuan ilmu pengetahuan.
    
     Usaha-usaha ini baru membuahkan hasil setelah penghalang pembaharuan utama, yaitu tentara Yenissari (merupakan pihak yang menolak adanya pembaharuan ini) dibubarkan oleh Sultan Mahmud II pada tahun 1826. Namun, gerakan pembaharuan ini ternyata tidak mampu menghentikan gerakan Barat yang begitu cepat. Selama abad ke-18 M, Barat menyerang wilayah kekuasaan Turki Usmani yang berujung pada penandatanganan Perjanjian san Stefano (Maret, 1878 M), dan Perjanjian Berlin ( Juni-Juli, 1878 M) antara kerajaan Usmani dan Rusia, dengan demikian berakhirlah kekuasaan Turki Usmani di Eropa.
     Setelah terjadi Perang Dunia I pada tahun 1915, Turki Usmani berada di pihak yang kalah, dan menjadi serbuan Sekutu hingga tahun 1919 M. Akhirnya, kekuasaan Turki Usmani benar-benar tenggelam, bahkan kekhalifaannya dihapuskan (1924 M). Semua daerah kekuasaannya, baik di Asia maupun Afrika, diambil alih oleh pihak Eropa yang menang perang. Penetrasi Barat ke dunia Islam di Timur Tengah pertama-tama dilakukan oleh Inggris dan Perancis yang memang sedang bersaing.
     Di wilayah Afrika, beberapa negara Islam yang menjadi sasaran penjajahan di anataranya adalah Mesir dijajah oleh Inggris (1882 M), Sudan dijajah oleh Inggris (1899 M), Libya dijajah oleh Italia (1911 M), Tunisia dijajah oleh Prancis (1881 M), Aljazair dijajah oleh Perancis (1830 M), Maroko dijajah oleh Perancis (1911 M), selain itu Afrika Tengah dan Afrika Timur pun tak luput dari sasaran penjajahan.
     Tak hanya itu, wilayah jazirah Arab juga menjadi sasaran penjajahan. Suriah dan Lebanon juga pernah dikuasai oleh Perancis (1918 M), Palestina dan Yordania juga pernah dikuasai oleh Inggris.
     Sementara itu, Rusia menggerogoti wilayah Islam di Asia Tengah, seperti Kaukasia (1834-1859), Samarkand dan Bukhara (1866-1872), dan Uzbekistan (1873-1887). Hal tersebut merupakan imbas dari perjanjian San Stefano dan perjanjian Berlin antara Rusia dan Turki Usmani
     Dengan kata lain di akhir abad XIX dan XX, dunia Islam hampir seluruhnya berada dalam koloni Barat. Dunia Islam yang membentang dari Maroko hingga Indonesia merupakan negeri-negeri kolonial yang dijadikan “sapi perahan” untuk kemakmuran bangsa Barat
     Jika ditilik secara mendalam, kolonialisme Barat terhadap Islam setidaknya bersumber dari model citra dan persepsi Barat yang menganggap Islam sebagai musuh dan rival Kristen. Kolonialisme yang menyertai semangat Evangelisme (penginjilan) pada abad XIX tersebut mewarnai dunia dan masyarakat Islam kala itu. Ide dan semangat Evangelisme, yang menganggap bahwa keselamatan (salvation) terletak hanya pada pengakuan dosa dan penerimaan gospel Kristen, menciptakan konfrontasi antara Kristendom dan Muslim dalam skala besar. Hal tersebut membangkitkan kembali sikap permusuhan Eropa terhadap Islam
     Demikianlah Islam dengan krisis identitasnya, ditambah rongrongan bangsa berjiwa imperialis yang merusak tatanan sistem politik, psikologi, sosial-budaya hingga moralitas bangsa terjajah. Jelas, hal ini menghantam telak peradaban Islam, sehingga dinamika menjadi mati, kemudian ‘berhenti di titik jajah’. Dominasi ekonomi, kekuasaan hingga ideologi menjelma sebentuk potret muram gerakan kolonialisme. Akhirnya, peradaban Islam bermuram durja.
     Berdasarkan analisis diatas, kami menemukan beberapa motif utama Eropa menjelajah dan menjajah wilayah Islam, yaitu:
1.  Untuk menyebarkan Kristen dan sekaligus untukn menghambat serta menaklukkan            Islam sebagai kekuatan yang dapat mengancam Eropa.
2.  Membuka lahan baru ntuk measarkan komoditi mereka dengan cara memonopoli    perdagangan.
3.  Mengambil aset negara jajahan, untuk memberikan Devisa kepada Eropa/.
4.  Mengeksploitasi rakyat negara jajahan, untuk kepentingan mereka.

C.       Bentuk penjajahan barat terhadap dunia islam termasuk di Indonesia
     Negara-negara Barat seperti Inggris, Perancis, Spanyol, Italia, Rusia dan lain-lain memang mempunyai tehnologi militer dan industri perang yang lebih canggih dibandingkan dengan negara Islam, sehingga mereka tidak segan-segan untuk menyerang dan mengalahkan wilayah-wilayah yang berada di bawah kekuasaan Islam.
Dari awal penjajahan Barat yaitu perang salib umat Islam telah kehilangan berbagai daerah yang semula telah dikuasai Islam, yang kemudian jatuh ke tangan orang Kristen, yang sukar untuk dikembalikan kembali. Jadi pada perang salib ini telah terjadi penaklukan dan penyerangan yang dilakukan oleh negara Barat untuk merebut wilayah-wilayah kekuasaan Islam. Tidak terhingga kerugian yang diakibatkan oleh penjajahan tersebut, baik kerugian hasil budaya dan peradaban manusia maupun kerugian material maupun korban jiwa, bahkan Richand yang digelari berhati surga menyembelih 27.000 orang tawanan Islam. Suatu perbuatan sangat hina, keji dan jahat.
Penaklukan yang dilakukan oleh negara-negara Barat antara lain adalah:
-1820 Oman dan Qatar berada di bawah protektorat Inggris
-1830-1857 Penaklukan Aljazair oleh Perancis
-1839 Aden dikuasai Inggris
-1881-1883 Tunisia diserbu Perancis
-1882 Mesir diduduki Inggris
-1898 Sudan ditaklukkan Inggris
-1900 Chad diserbu Perancis
     Pada abad ke20 M Italia dan Spanyol ikut bersama Inggris dan Perancis memperebutkan wilayah-wilayah di Afrika.
-1960 Kesultanan muslim di Nigeria utara menjadi protektorat Inggris
-1912-1913 Kesultanan Tripoli dan Cyrenaica diserbu Italia
-1912 Marokko diserbu Perancis dan Spanyol
-1914 Kuwait di bawah protektorat Inggris
-1919-1921 Sisilia wilayah Turki diduduki Perancis
-1920 Irak menjadi protektorat Inggris
-1920 Syria dan Libanon di bawah mandat Perancis
-1926-1927 Perebutan seluruh Somalia oleh Italia
     Sementara itu, Rusia menggerogoti wilayah-wilayah muslim di Asia Tengah, terutama setelah ia berhasil mengalahkan Turki Usmani yang berakhir dengan Perjanjian San Stefano dan Perjanjian Berlin. Satu per satu pula negeri-negeri muslim jatuh ke tangan Rusia, seperti tergambar dalam daftar berikut:
-1834-1859 Pencaplokan Kaukasia oleh Rusia
-1853-1865 Serbuan pertama Rusia di Khoakand dan jatuhnya Tashkent
-1866-1872 Daerah-daerah sekitar Samarkand dan Bukhara ditaklukkan Rusia
-1873-1887 Uzbekistan ditaklukkan Rusia
-1941-1946 Pendudukan Anglo Rusia di Iran.
     Selain berupa penaklukan dan penyerangan negara-negara Barat juga banyak melakukan penindasan, penghisapan dan perbudakan, yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Penindasan dilakukan kepada wilayah-wilayah yang telah dikuasainya untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih besar. Penghisapan terutama pada hasil bumi dan kekayaan alam negara yang dijajahnya serta perbudakan banyak dialami oleh orang-orang Islam yang wilayahnya telah jatuh ke tangan negara-negara Barat.
Asia Tenggara, negeri tempat Islam baru mulai berkembang, yang merupakan daerah rempah-rempah terkenal pada masa itu, justru menjadi ajang perebutan negara-negara Eropa. Kekuatan Eropa malah lebih awal memancapkan kekuasaannya karena kerajaan Islam di Asia Tenggara lebih lemah sehingga mudah dapat ditaklukkan.
     Pada tahun 1521 M, Spanyol datang ke Maluku dengan tujuan dagang, yang kemudian disusul oleh Belanda, Inggris, Demark dan Perancis. Belanda datang tahun 1595 M dan dengan segera memonopoli perdagangan di Indonesia. Tentu kehadirannya ditantang oleh penduduk setempat. Oleh karena itu seringkali terjadi peperangan antara Belanda dengan penduduk, walaupun akhirnya peperangan dimenangkan oleh Belanda, yang terbesar diantaranya adalah perang Aceh, perang Paderi di Minangkabau dan perang Diponegoro di Jawa.
     Penjajahan Barat di Indonesia banyak dilatarbelakangi oleh faktor-faktor ekonomi, karena Indonesia adalah negara yang kaya akan hasil bumi berupa rempah-rempah yang mempunyai nilai jual tinggi di pasaran Eropa. Selain itu juga dilatarbelakangi oleh faktor misionaris, atau penyebaran agama, hal ini dapat dilihat sampai sekarang daerah-daerah tempat pertama kali negara-negara Barat datang ke Indonesia berpenduduk mayoritas Kristen.

D.      Implikasi penjajahan barat terhadap perkembangan peradaban Islam
     Serbuan kaum salib ke negeri-negeri Islam tidak hanya menggunakan pedang, besi dan api, tetapi juga melalui peradaban mereka yang dicekokkan ke semua negeri yang dapat dikuasainya. Bukan hanya peradaban material yang menyerbu negara-negara Islam, bahkan mental dan nilai-nilai moralpun tidak ketinggalan, seperti sistem pendidikan dan pengajaran, dan pemikiran-pemikiran orang Eropa mengenai ilmu jiwa, ilmu sosial, modal dan lain-lain.
     Perang Salib menghasilkan puing-puing kehancuran bagi kaum muslimin akibat kemauan penjajah yang dikendalikan oleh keserakahan untuk menguasai dan memperkuat wilayahnya mereka memikul salib di pundak mereka, tetapi setan berada di hati mereka.
Dahulu kaum muslimin menghayati peradaban ditambah dengan peradaban Persia, Turki dan lain-lain disamping pemikiran filsafat yang diserap dari Yunani dan Romawi. Dengan datangnya peradaban Barat, maka peradaban lama yang telah mereka hayati selama berabad-abad mengalami keguncangan hebat dalam pikiran mereka. Inti peradaban Barat bercorak Nasrani, karena itu orang-orang Qibth di Mesir lebih mudah meniru dan menyerapnya. Namun mereka lebih banyak menyerap segi material daripada segi moralnya, sehingga setiap rumah dari keluarga kaum muslimin telah menggunakan penerangan listrik, menggunakan sajadah buatan Eropa, mendengarkan siara radio Eropa dan lain sebagainya.
     Pada saat barat mendominasi dunia di bidang politik dan peradaban, persentuhan dengan Barat menyadarkan tokoh-tokoh Islam akan ketinggalan mereka. Karena itu mereka berusaha bangkit dengan mencontoh Barat dalam masalah-masalah politik dan peradaban untuk menciptakan balance of power. Yang pertama merasakan hal itu diantaranya Turki Usmani, karena kerajaan ini yang pertama dan utama menghadapi kekuatan Eropa. Kesadaran itu memaksa penguasa dan pejuang-pejuang Turki untuk banyak belajar dari Eropa.
     Penjajahan Barat juga memicu gerakan pembaharuan dalam Islam, yang didorong oleh 2 faktor yaitu pemurnian ajaran Islam dari unsur-unsur asing yang dipandang sebagai penyebab kemunduran Islam dan menimba gagasan-gagasan pembaharuan dan ilmu pengetahuan dari Barat, sedangkan yang kedua, tercermin dari pengiriman para pelajar muslim oleh penguasa Turki Usmani dan Mesir ke negara-negara Eropa untuk menimba ilmu pengetahuan dan dilanjutkan dengan gerakan penerjemahan karya-karya Barat ke dalam bahasa Islam. Pelajar-pelajar muslim asal India juga banyak menuntut ilmu ke Inggris.
     Pengaruh Barat terutama terlihat pada lapisan atas dan menengah, terutama pada intelegensia orang yang memperoleh pendidikan Barat, yang dijumpai pada tiap negeri Timur. Dalam reaksinya terhadap pengaruh Barat mereka mempunyai pandangan yang berbeda-beda. Pandangan pertama berpegang pada sendi-sendi filsafat hidup nenek moyangnya, berusaha melakukan asimilasi dengan ide-ide Barat dan memikirkan sintesa yang lebih tinggi dari semangat Barat. Kedua, memutuskan hubungan dengan warisan lama, menerjunkan dirinya dalam pembaratan. Yang ketiga bersembunyi di belakang kekecewaan dan kengerian Barat.
     Memang benar bahwa peradaban Barat memainkan peranan besar dalam memajukan dunia Islam. Tanpa peradaban Barat dunia Islam tentu masih seperti keadaan semula, tetapi itu tidak berarti bahwa peradaban Barat tidak mengandung cacat dan kekurangan.          Peradaban Barat telah menjauhkan dunia Islam dari peradaban Islam yang lama. Akhirnya peradaban Islam bukan lagi suatu produk dari kaum muslimin mandiri sebagaimana peradaban Barat adalah produk dari orang-orang Barat sendiri.



BAB III
PENUTUP

·           Kesimpulan
     Perang Salib merupakan awal penetrasi Barat terhadap dunia Islam yang selanjutnya membawa kaum muslimin berada dalam jajahan negara-negara Barat. Karena mulai dari Perang Salib I inilah kaum muslimin banyak mengalami kerugian, baik kerugian yang bersifat material seperti banyaknya wilayah Islam yang direbut Barat, diduduki dan dikuasai, juga kerugian non material yang berupa mulai hilangnya peradaban Islam dan mulai masuknya peradaban-peradaban Barat.
     Penjajahan Barat terhadap dunia Islam yang diawali dengan Perang Salib berlatar belakang hal-hal berikut :
1. Mercenary yaitu untuk mencari keuntungan negara Barat di negara-negara Islam.
2. Missionary yaitu untuk menyebarkan agama Kristen pada negara-negara jajahannya.
3. Military yaitu perluasan daerah militer.
     Selain hal diatas yang melatarbelakangi penjajahan Barat adalah faktor ekonomi dan politik. Setelah bangsa Barat menguasai ekonomi dan politik negara-negara Islam seperti India, Asia Tenggara D\dan Indonesia, terdapat pula negara Barat yang menjajah dunia Islam dengan melakukan penyebaran agama Kristen melalui missionaris atau zending. Di antara bangsa Barat yang memiliki ketiga motivasi ini adalah Spanyol dan Portugis. Hal ini tercermin pada semboyan mereka dalam menjajah, yaitu Gold (semangat untuk mencari keuntungan), Glory (Semangat untuk mencapai kejayaan dalam bidang kekuasaan, dan Gospel (semangat untuk menyebarkan agama Kristen di masyarakat yang terjajah.
     Bentuk-bentuk penjajahan barat terhadap dunia Islam berupa penyerangan, penaklukan, sehingga banyak wilayah-wilayah Islam yang jatuh ke negara-negara Barat. Juga berupa penindasan, penghisapan dan perbudakan.
Penjajahan Barat ternyata membawa implikasi yang sangat luas terhadap perkembangan peradaban Islam baik peradaban material yang berupa tehnologi baru, maupun peradaban mental. Penjajahan Barat juga memicu gerakan pembaharuan dalam Islam, yang mana bertujuan untuk memurnikan agama Islam dari pengaruh asing dan menimba gagasan-gagasan pembaharuan dan ilmu pengetahuan Barat.

DAFTAR PUSTAKA





0 komentar:

Posting Komentar

 

ahlan wa sahlan Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review